Welcome To Anas Zubair Home

In this side you will find out and learn more about me, my interest, my research, a very brief description of my life.  So welcome to my little area of the web. Click around and find out more about me and what I like to do in life

Selamat datang di Anas Zubair Blog. Blog ini berisi mata kuliah dan jejak rekam dari berbagai aktivitas penelitian yang saya lakukan. Saudara dapat mempelajari berbagai tulisan saya dan interest saya dalam bidang penelitian.

Mesin Sosoh Biji Sorgum Unpad

Dua hal krusial dalam pengembangan sorgum sebagai pangan adalah: 1) tersedianya kualitas biji sorgum yang baik (sorgum biji putih) dan 2) tersedianya alat sosoh yang bermanfaat dalam hal penanganan pasca panen biji sorgum. Kendala utama pengembangan berbagai makanan berbasis tepung sorgum adalah ketiadaan alat sosoh biji sorgum. Biji sorgum yang kecil dan tidak bulat membuatnya semakin sulit untuk disosoh. Unpad khususnya Group Pengembang Sorgum terus berkomitmen dalam melakukan penelitian tanaman sorgum dari hulu (pengembangangan varietas unggul baru: pangan, sorgum manis-biofuel dan untuk pakan) sampai hilir (pengembangan berbagai produk makanan  berbasis tepung sorgum).

Pengembangan alat sosoh sorgum Unpad adalah hasil dari pengembangan pengalaman lama kami dalam memproduksi tepung sorgum dan kajian studi Magister salah satu staf Unpad (Asep Y, STP, M.T) dari Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian). Hal yang menjadi fokus kami dalam pengembangan mesin sosoh adalah rendemen biji tersosoh tinggi dengan tingkat biji pecah yang rendah. Dari hasil penyosohan yang kami lakukan rendemen biji berkisar 68% – 70% untuk biji coklat dan rendeman > 70% untuk biji sorgum biji putih. Mesin sosoh yang dikembangkan menggunakan sistem curah.

Pengembangan Sorghum Putih Sebagai Basis Pengembangan Produk Makanan Berbasis Tepung

Sorgum merupakan tanaman serealia penting ke lima di dunia. Pemanfaatan sorgum sebagai tanaman pangan melalui pengembangan produk makanan sorgum berbasis tepung sangat menjanjikan karena sorgum relatif lebih toleran kekeringan. Hal ini mengingat karena perubahan iklim dan kebutuhan akan pangan khususnya padi dan gandum yang terus meningkat serta kurang diimbangi oleh peningkatan produksi tanamannya. Untuk itu telah dilakukan pengembangan sorgum biji putih sebagai basis pengembangan tepung sorgum. Pengoleksian plasma nutfah sorgum, persilangan antar tetua unggul dan seleksi turunannya telah dilakukan untuk mendapatkan sorgum berdaya hasil tinggi, berbiji putih dan tanaman yang pendek untuk memudahkan pemanenan. Telah di peroleh beberapa genotipe elit sorgum dengan warna biji yang bermacam-macam dan telah dikembangkan genotipe unggulan sorgum Unpad 1-1. Unpad 1-1 mempunyai biji putih, hasil tinggi (3 – 4 ton/ha) dan tinggi tanaman yang tidak terlalu tinggi (90 – 100cm) sehingga memudahkan pemanenan. Selain itu sorgum Unpad 1-1 memiliki sifat biji yang tidak terlalu besar dan bijinya tergolong keras. Sorgum Unpad 1-1 mempunyai vigor yang baik dengan daun tegak ke atas sehingga fotosíntesis bisa berlangsung optimal. Untuk mengoptimalkan hasil biji, telah dilakukan beberapa penelitian agronomi terhadap sorgum Unpad 1-1. Waktu tanam yang paling baik adalah pada akhir musim hujan memasuki musim kemarau. Sorgum Unpad 1-1 dapat di ratoon sampai dua kali dengan hasil yang tidak berbeda jauh sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya penanaman oleh petani. Penelitian pasca panen telah dilakukan dengan menggunakan beberapa metode teknik penyosohan. Dibandingkan jenis sorgum lainnya, sorgum Unpad 1-1 memberikan hasil rendemen hasil sosohan yang lebih tinggi.

Makalah lengkap bisa dilihat di About me

Kriteria Seleksi Sorgum Manis Berkadar Gula Tinggi Berdasarkan Korelasi Genotipik Beberapa Karakter Dengan Kandungan Gula Batang Sorgum

Sorgum manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) termasuk salah satu “smart crop” yang mampu mengakumulasi kandungan gula tinggi pada batangnya. Penentuan karakter tanaman yang berkorelasi dengan kandungan gula, dapat dimanfaatkan daam seleksi tidak langsung untuk meningkatkan kandungan gula dalam program pemuliaan sorgum manis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter sekunder sebagai kriteria seleksi sorgum manis berkadar gula tinggi berdasarkan korelasi genetik . Percobaan dilaksanakan pada musim hujan (Desember 2008 – April 2009) dan kemarau (Juli – November 2009) di Jatinangor, Jawa Barat. Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan yang terdiri dari lima genotip yaitu Keller, Wray, Taomitsu, Big Super Sugar, dan Sugar Sorgo sebagai perlakuan..  Hasil percobaan menunjukkan rata-rata penampilan sorgum manis pada pertanaman musim hujan  memiliki nilai yang lebih besar untuk semua karakter. Akan tetapi rata-rata nilai kandungan gula lebih besar pada pertanaman musim kemarau. Karakter-karakter yang memiliki korelasi genotipik nyata dengan kandungan gula memiliki heritabilitas sedang sampai tinggi.  Karakter jumlah daun dan bobot malai yang rendah dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk memperoleh sorgum manis berkadar gula  tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh korelasi genotipik negatif nyata  karakter jumlah daun  (-0,56*) dan bobot malai (-0,95*)dengan kandungan gula pada musim kemarau.

Informasi lebih lengkapnya bisa dibaca di Publikasi About me

Pengolahan Biji Sorgum

Potensi sorgum untuk menggantikan beras sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai macam makanan ringan seperti teng-teng, opak, dan sebagainya, sangat menjanjikan. Hal ini didorong juga oleh semakin mahalnya harga beras karena adanya keterbatasan produksi padi dan semakin tingginya permintaan. Untuk itu telah dicoba berbagai pengolahan biji sorgum.  Biji sorgum memiliki kulit yang terikat erat oleh endosperma, karena itu diperlukan penyosohan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan pensubstitusi beras ketan dalam pembuatan opak. Tingkat penyosohan biji sorgum akan menentukan kualitas opak yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang mengkombinasikan antara perlakuan lama penyosohan biji sorgum dan imbangan antara campuran beras sorgum dengan nasi ketan putih telah dilakukan. Sebagai bahan penelitian  telah digunakan sorgum putih Unpad 1-1.  Hasil penelitian menunjukkan lama penyosohan biji sorgum selama 1 menit dengan imbangan nasi sorgum dan nasi ketan putih 60%:40% menghasilkan opak dengan karakteristik terbaik.  Untuk lebih jelasnya dan untuk mendowload paper hasil penelitian, silahkan kunjungi halaman About me.

Potensi Sorgum

AZ Unpad1.1 (white sorghum)

AZ Unpad1.1 (white sorghum)

Sorgum yang ditemukan di Afrika 5000 tahun yang lalu sampai sekarang merupakan tanaman penting ke lima dunia, dan merupakan tanaman serealia penting ke tiga di Amerika Serikat yang merupakan eksportir sorghum terbesar di dunia. Meksiko dan Jepang dikenal sebagai importir sorgum dunia. Seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan baik sebagai pangan, pakan ternak atau sebagai bahan baku industri.
Tanaman sorgum mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan tanaman serealia lainnya seperti jagung dan gandum yaitu:

  • mempunyai daya adaptasi yang relatif luas dan dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah meskipun kurang tahan terhadap tanah masam (pH<5) terutama yang banyak mengandung Al,
  • tanaman sorghum lebih tahan kekeringan dan panas karena sorghum paling sedikit kebutuhannya akan air dibanding jagung dan gandum, sehingga dapat diusahakan di lingkungan semi-arid (kering),
  • kandungan nutrisi biji sorgum cukup tinggi bila dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga dapat digunakan untuk perbaikan gizi masyarakat.

Secara nasional potensi areal lahan marjinal di Indonesia yang meliputi lahan tadah hujan dengan satu kali tanam setiap tahunnya, lahan tegalan dan lahan sementara tidak diusahakan mencapai lebih dari 8 juta hektar.  Dalam satu dasawarsa pertumbuhan lahan kering di Indonesia cukup tinggi sebagai akibat pengolahan tanah yang tidak memperhatikan kaidah kelestarian (sustainability). Sorgum yang secara agronomis mempunyai beberapa kelebihan sangat menjanjikan dan potensial sekali untuk dikembangkan di lahan-lahan marginal tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan pangan di Indonesia (sebagai pangan alternatif). Hal ini mengingat proyeksi akan kebutuhan pangan yang mencapai 64,214 juta ton beras pada tahun 2025 sesuai prediksi dari Bank Dunia, sehingga diperlukan pengamanan dan diversifikasi pangan di Indonesia. Untuk itu Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah mengembangkan sorgum untuk pangan (white sorghum) diantaranya yang potensial adalah genotip unggulan AZUnpad1.1 dan beberapa genotip elite sorgum manis (sweet sorghum).

Waktu tanam sorgum manis

Hasil penelitian penanaman sorgum manis selama dua musim (musim hujan dan musim kemarau), memperlihatkan bahwa penampilan atau vigor tanaman sorgum manis sangat tergantung musim. Pada musim hujan, hijauan tanaman sorgum manis jauh lebih banyak untuk semua genotip yang diuji, dibandingkan dengan hijauan tanaman pada pertanaman musim kemarau. Ada interaksi antara genotip dengan musim. Dengan demikian ada perbedaan jenis sorgum yang harus  ditanam pada musim hujan dan musim kemarau.
Namun demikian ranking atau urutan genotip sorgum manis sebagai penghasil gula cenderung tetap diantara dua musim tanam. Ini menunjukkan bahwa genotip yang menghasilkan gula tinggi pada musim kemarau, juga dapat menghasilkan gula tinggi pada musim hujan. Sepertinya musim kurang berpengaruh pada kualitas gula yang dihasilkan. Laporan penelitian lengkap akan kami terbitkan di jurnal ilmiah.