Pelatihan Pemanfaatan Sorgum

Fotobersama perserta pelatihan

Foto bersama perserta pelatihan

Program Pelatihan Pemanfaatan Sorgum telah dilakukan di Kec. Parigi Ciamis dekat dengan obyek wisata Pangandaran. Pelatihan berlangsung selama 1 hari dengan 2 hari persiapan, terdiri atas penjelasan teori dan praktek penanaman sorgum, pembuatan makanan ringan dari sorgum dan pembuatan silase sorgum. Pelatihan dilakukan dengan metode “learning by doing”. Pendahuluan dan manfaat pelatihan terlebih dahulu diberikan oleh ketua pelaksana kemudian penjelasan teori diberikan oleh instruktur. Setelah diberikan sesi diskusi, para peserta pelatihan langsung mempraktekan teori pembuatan penanaman sorgum, pembuatan pangan dari sorgum dan pembuatan silase sorgum dengan pengawasan pengajar dan instrukrur. Petani dibagi dalam dua kelompok besar yaitu kelompok budidaya sorgum dan kelompok pengolahan hasil sorgum.

  1. Kelompok budidaya kebanyakan terdiri dari para bapak-bapak yang rata-rata mempunyai sapi potong. Pelaksanaan praktek penanaman sorgum dilaksanakan di lahan salah satu anggota kelompok tani. Mereka langsung mempraktekkan pelaksanaan persiapan lahan, pemupukan dan penanaman. Pelaksanaan pemeliharaan dilaksanakan secara bergantian oleh para anggota kelompok tani. Pertama dilakukan pengolahan tanah serta menggemburkan tanah. Setelah itu dilakukan penugalan dan dibuat larikan-larikan disebelah kanan dan kiri untuk tempat tempat pupuk. Jarak tanam adalah 70 x 10 cm dan ditanam 2 biji per lubang tanam. Sebagian petani melakukan pemupukan awal dilakukan setelah penanaman dengan memberi pupuk urea dan pupuk KCl dan SP-36. Setelah pemupukan dilakukan penutupan lubang tanam dan luang pupuk dan tanah diratakan kembali. Disisi terluar dari lahan di buat saluran-saluran air untuk mencegah penggenakan air waktu turun hujan.
  2. Setelah praktek penanaman, program pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan silase dari bagas tanaman sorgum. Pelaksanaan pembuatan silase dilaksanakan mulai dari pencacahan bagas sorgum menjadi bagian kecil-kecil. Setelah itu potongan bagas dimasukkan ke kantong-kantong plastik sampai penuh. Pemberian mikroba dilakukan bertahap ketika memasukkan bagas ke dalam kantong-kantong plastik. Setelah itu kantong plastik disedot dengan menggunakan penghisap debu untuk mengeluarkan udara dari kantong plastik. Hal ini untuk memberikan kondisi anaerob. Setelah itu kantong plastik diikat dengan kuat dan diletakkan terbalik dan ditumpuk.
  3. Praktek pengolahan biji sorgum dilakukan terutama oleh ibu-ibu kelompok tani. Pelatihan pembuatan makanan ringan sorgum dilakukan dengan tujuan untuk menambah pendapatan kelompok tani selain dari hasil sapi potong. Petani diberi pelatihan cara pembuatan tenteng dari sorgum dan pembuatan kue dari sorgum. Ibu-ibu melakukan kegiatan mulai dari persiapan, pemanasan gula cair, pencampuran dengan sorgum dan pemotongan menjadi bagian yang kecil-kecil sampai ke pengemasannya. Untuk pembuatan kue, ibu-ibu kelompok tani melakukannya mulai dari pengolahan adonan, pembentukan adonan sampai pengovenan.

Secara umum semua petani mengikuti kegiatan pelatihan secara antusias dan mereka benar-benar mempraktekkan semua intruksi yang diberikan. Mereka umumnya berharap nantinya dapat menjual hasil produksi mereka ke daerah wisata Pengandaran. Selain itu silase yang mereka buat terutama ditujukan untuk mengatasi kelangkaan vahan pakan ternak pada musim kemarau, sehingga proses penggemukan sapi mereka dapat mencapai maksimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s